Si Manis Black Tea

Pagi ini saya sempatkan untuk meminum secangkir teh hitam. Karena apa? Setelah saya browsing untuk mencari-cari something, ketemulah info tentang black tea.
Maaf ya kalau cuma hasil copas, tapi artikel ini saya pasang hanya bertujuan untuk memperluas wawasan Anda, terutama bagi Anda yang ingin meminum teh, tapi yang Anda tahu ada mitos bahwa teh mengandung kafein seperti pada kandungan kopi. Disimak dulu, baru Anda bisa menyimpulkan :)

Terdapat banyak penelitian yang menunjukkan bahwa teh hitam dapat menghambat kanker. Tetapi apa di dalam teh itu yang membuatnya menjadi minuman kesehatan yang kuat? Jawabannya terletak pada senyawa kimia yang terkandung di dalam daun teh, yaitu: Polifenol, Flavonoid dan Katekin

Polifenol adalah antioksidan yang kekuatannya 100 kali lebih efektif dibandingkan vitamin C dan 25 kali lebih tinggi dibandingkan vitamin E, Polifenol juga bermanfaat untuk mencegah radikal bebas yang merusak DNA dan menghentikan perkembangbiakan sel-sel liar (kanker). Archie of Internal Medicine; menyebutkan pula bahwa Polifenol juga berperan sebagai pencegah kolesterol jahat (LDL = Low Density Lipoprotein).

Flavonoid berfungsi sebagai senyawa alamiah yang dapat membentuk sifat antibiotik, antiradang dan antioksidan. Serta mampu menghambat penggumpalan sel-sel platelet darah sehingga mencegah penyumbatan pembuluh darah pada penyakit jantung koroner dan stroke.

Katekin merupakan antioksidan yang sama kuatnya dengan beta-karoten dan layak pula mendapatkan reputasi sebagai pelindung jantung. Jean Carper di dalam The Food Pharmacy, dalam penelitiannya membuktikan katekin dapat memperkuat dinding pembuluh kapiler dan memperlambat proses aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah). Kandungan Katekin dapat pula membunuh Helicobar Pylori, bakteri pemicu kanker lambung.

Aktivitas polifenol maupun katekin sebagai antioksidan untuk mencegah radikal bebas dapat mengurangi kerusakan sel sehingga proses penuaan menjadi lebih lambat.

Teh adalah minuman pengulur usia. Studi di Norwegia menunjukkan bahwa mereka yang rajin minum teh minimal secangkir sehari akan dapat menekan angka kematian. Penelitian lainnya dengan subjek manusia usia lanjut (manula) di Belanda menghasilkan temuan bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung menurun seiring dengan kebiasaan minum teh.

Hal ini juga telah dibuktikan sendiri pada masyarakat China yang memiliki usia lebih dari 100 tahun. ''Di Indonesia usia 50 tahun meninggal dianggap biasa. Apalagi meninggalnya karena penyakit degeneratif. Teh merupakan salah satu cara untuk mencegah penyakit degenaratif yang sangat efektif.
Teh memang bermanfaat buat kesehatan karena mekanisme kerjanya menghambat penumpukan plak di arteri sehingga mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Para peminum teh juga mempunyai arteri yang lebih muda dan kurang rusak. Arteri yang rapuh akan mempermudah penumpukan kolestrol yang menyumbat pembuluh darah.

Karena teh sendiri mengandung zat untuk menghambat penumpukan kolestrol dan mengurangi lemak jahat di dalam darah. Lebih dianjurkan bila minum teh jangan dicampur dengan gula. Karena gula akan menghambat bahan aktif di dalam teh tersebut.

Teh juga akan menetralisasi nitrosamin (penghancur sel) yang berasal dari daging olahan yang diawetkan dan menangkal HCA (amina heterosiklik). Bila kita memasak daging, terbentuklah senyawa HCA. HCA adalah zat penyebab mutasi yang dapat merangsang munculnya radikal bebas dan secara luas merusak DNA sel-sel tubuh manusia. Berbagai percobaan pada binatang menunjukkan HCA menyebabkan kanker usus besar, payudara, pankreas, hati, dan kandung kemih.
HCA disinyalir bertanggung jawab terhadap meningkatnya insiden kanker payudara dan usus besar pada wanita di Amerika. Kekuatan antioksidan pada teh akan mencegah efek buruk HCA.

Teh adalah sup kimiawi yang kaya antioksidan. Kegiatan antioksidan dalam darah para peminum teh meningkat 41-48% setelah 50 menit minum teh hitam. Minum teh empat cangkir sehari kiranya memadai untuk mendapatkan manfaat positif antioksidan.


Lain lagi dengan artikel yang satu ini :

Tim dari the University of Illinois  Collenge of Dentistry meneliti zat yang terdapat pada teh hitam (black tea) ternyata mampu melawan bakteri di dalam mulut yang biasanya menjadi biang keladi penyakit gusi dan gigi berlubang. Jenis teh yang lebih populer di negara-negara bagian Barat ini memiliki kemampuan dalam membunuh serta menekan pertumbuhan serta produksi asam dari bakteri penyebab gigi berlubang di dalam plak gigi kita.
Teh hitam juga dapat memengaruhi enzim bakteri glucosyltranferase yang bertanggung jawab dalam mengubah gula menjadi “bahan lengket” yang digunakan plak untuk menempel pada gigi. Paparan teh hitam mampu membuat beberapa enzim bakteri kehilangan kemampuannya untuk menyatu dengan bakteri lain di dalam plak. Dengan kata lain, teh hitam bisa mengurangi kuantitas atau jumlah plak gigi dalam mulut kita. The British Dental Association menyatakan, baik teh hitam maupun hijau dapat membantu kita melawan penumpukan plak pada gigi.

Sebuah studi menunjukkan, para sukarelawan yang diminta untuk berkumur dengan teh hitam selama 30 detik, 5 kali dengan waktu jeda 3 menit, dapat menghentikan pertumbuhan dan produksi bakteri plak dalam mulut mereka. Teh hitam memang memegang pengaruh yang besar dalam menjaga kesehatan gigi kita, ujar Dr Christina Wu, ketua penelitian. Namun, untuk hasil yang optimal tetap tergantung dari perawatan gigi lain yang setiap orang lakukan.

Jadi kalau ingin memiliki gigi sehat, gantilah minuman ringan yang merusak dengan secangkir teh hitam atau hijau karena kandungan asam dalam minuman ringan hanya akan menyebabkan erosi pada email gigi kita.
Sumber: Prevention Indonesia/Astrid Anastasia

Setelah mengetahui berbagai macam khasiat black tea, mungkin bisa Anda coba untuk meminum black tea di sore hari ditemani cemilan-cemilan kesukaan Anda. Nah, kalau Anda bertanya, apa bedanya black tea dan green tea?
Ini jawaban yang saya temukan dari http://id.wikipedia.org/wiki/Teh.

Teh hijau
Daun teh yang dijadikan teh hijau biasanya langsung diproses setelah dipetik. Setelah daun mengalami oksidasi dalam jumlah minimal, proses oksidasi dihentikan dengan pemanasan (cara tradisional Jepang dengan menggunakan uap atau cara tradisional Tiongkok dengan menggongseng di atas wajan panas).

Teh hitam atau teh merah
Daun teh dibiarkan teroksidasi secara penuh sekitar 2 minggu hingga 1 bulan. Teh hitam merupakan jenis teh yang paling umum di Asia Selatan dan sebagian besar negara-negara di Afrika. Terjemahan harafiah dari aksara hanzi untuk teh bahasa Tionghoa adalah "teh merah" karena air teh sebenarnya berwarna merah. Orang Barat menyebutnya sebagai "teh hitam" karena daun teh berwarna hitam. Di Afrika Selatan, "teh merah" adalah sebutan untuk teh rooibos yang termasuk golongan teh herbal. Teh hitam masih dibagi menjadi 2 jenis: Ortodoks (teh diolah dengan metode pengolahan tradisional) atau CTC (metode produksi teh Crush, Tear, Curl yang berkembang sejak tahun 1932).